Sertifikasi Sertifikasi KEMNAKER RI · K3

Pelatihan Teknisi Bejana Tekan | Sertifikasi KEMNAKER RI

Pelatihan sertifikasi Ahli K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan, sesuai regulasi terbaru Kemnaker RI. Program disusun untuk memastikan peserta mampu melakukan pengawasan, pemeriksaan, …

9 Hari Online & Offline K3
Investasi Rp 11.500.000 Sertifikasi KEMNAKER RI

Program

Deskripsi Program

Pelatihan sertifikasi Ahli K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan, sesuai regulasi terbaru Kemnaker RI. Program disusun untuk memastikan peserta mampu melakukan pengawasan, pemeriksaan, pengujian, dan penilaian keselamatan pada pesawat uap, bejana tekan, serta tangki timbun.
________________________________________________________________________________________________
#Syarat Peserta :
1. Sarjana Teknik Mesin dengan pengalaman minimal 2 tahun
2. Sarjana Muda Teknik Mesin / sederajat dengan pengalaman minimal 4 tahun
3. sederajat dengan pengalaman minimal 4 tahun
4. Hasil rapid test & surat keterangan sehat
5. Surat keterangan dari perusahaan
6. Copy KTP
7. Copy ijazah terakhir (minimal D3 Teknik)
8. Pas foto 4×6 & 2×2 latar merah (masing-masing 3 lembar)
9. Laptop dengan audio & kamera berfungsi untuk video conference

Energi Tersimpan yang Menuntut Kehati-hatian

Bejana tekan dan pesawat uap menyimpan energi dalam jumlah besar akibat tekanan dan suhu operasinya. Ketika terjadi kegagalan struktur — akibat korosi, kelelahan material, atau kesalahan pengoperasian katup pengaman — energi yang tersimpan dapat terlepas secara mendadak dengan daya rusak yang sangat besar. Pelatihan sertifikasi Ahli K3 Pesawat Uap dan Bejana Tekan ini membekali teknisi dengan kemampuan mengenali tanda-tanda kegagalan sejak dini, sebelum kondisi berbahaya berkembang menjadi insiden.

Dasar Hukum dan Acuan Regulasi

Ketentuan keselamatan pesawat uap dan bejana tekan diatur dalam Undang-Undang Uap Tahun 1930 (Stoom Ordonnantie) yang masih berlaku sebagai dasar pengaturan teknis, dilengkapi Peraturan Uap Tahun 1930 (Stoom Verordening) yang mengatur syarat konstruksi, pemeriksaan, dan pengujian. Landasan keselamatan kerja modern bersumber dari Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, yang mewajibkan pemeriksaan berkala terhadap pesawat bertekanan sebagai bagian dari pengawasan objek K3 tertentu.

Siapa yang Membutuhkan Sertifikasi Ini

  • Teknisi yang menangani pemeliharaan bejana tekan dan pesawat uap
  • Operator fasilitas dengan sistem bertekanan tinggi seperti boiler dan tangki penyimpanan gas
  • Personel yang bertanggung jawab atas pemeriksaan berkala peralatan bertekanan
  • Kontraktor pemeliharaan peralatan industri bertekanan

Kompetensi yang Dibangun dalam Pelatihan

  • Kebijakan K3 dan dasar-dasar keselamatan kerja peralatan bertekanan
  • Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 dan regulasi teknis pesawat uap-bejana tekan
  • Prinsip kerja bejana tekan, boiler, dan sistem terkait
  • Identifikasi tanda kerusakan: korosi, retak, dan deformasi material
  • Prosedur pemeriksaan visual dan pengujian tekanan berkala
  • Fungsi dan pemeriksaan katup pengaman (safety valve)
  • Prosedur kerja aman saat pemeliharaan dan perbaikan peralatan bertekanan
  • Pelaporan hasil pemeriksaan sesuai standar yang berlaku

Persyaratan dan Proses Sertifikasi

Peserta umumnya memiliki latar belakang teknik mesin atau pengalaman kerja pada peralatan bertekanan. Proses meliputi pembekalan teori, praktik pemeriksaan, dan ujian sesuai prosedur Kemnaker RI. Peserta yang lulus memperoleh lisensi K3 teknisi bejana tekan.

Manfaat bagi Karier dan Organisasi

Lisensi K3 teknisi bejana tekan adalah syarat wajib untuk personel yang menangani peralatan bertekanan sesuai regulasi keselamatan kerja nasional. Bagi perusahaan, teknisi bersertifikat memastikan pemeriksaan berkala dilakukan dengan kompetensi yang memadai, mengurangi risiko ledakan atau kegagalan struktur yang berpotensi menimbulkan kerugian besar dan korban jiwa.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Seberapa sering bejana tekan perlu diperiksa?

Frekuensi pemeriksaan mengikuti ketentuan yang berlaku dan kondisi operasional peralatan, dengan prinsip umum pemeriksaan berkala terjadwal ditambah pemeriksaan tambahan setelah kejadian tertentu seperti perbaikan besar.

Apakah semua bejana tekan memerlukan lisensi khusus untuk pemeriksa?

Peralatan yang tergolong objek K3 tertentu sesuai regulasi wajib diperiksa oleh personel yang memiliki lisensi K3 yang sesuai, mengingat risikonya yang tinggi terhadap keselamatan kerja.

Apa yang terjadi bila bejana tekan gagal memenuhi standar pemeriksaan?

Peralatan yang tidak memenuhi standar harus diperbaiki atau dihentikan penggunaannya sampai kondisi dinyatakan layak, sesuai rekomendasi hasil pemeriksaan teknisi berlisensi.

Kurikulum

Materi Pelatihan

  • 01Kebijakan K3
  • 02Dasar-dasar K3
  • 03Undang-undang No. 1 Tahun 1970
  • 04Sistem Manajemen K3
  • 05Investigasi Kecelakaan Kerja
  • 06Undang-undang dan Peraturan Uap Tahun 1930
  • 07Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 37 Tahun 2016
  • 08Permenaker No. 02/Men/1982 & Permenaker No. 01/Men/1988
  • 09Jenis-jenis pesawat uap beserta perlengkapannya
  • 10Jenis-jenis bejana tekanan dan tangki timbun, perlengkapan, dan isinya
  • 11Perhitungan kekuatan konstruksi pesawat uap, bejana tekanan, dan tangki timbun
  • 12Pipa Penyalur
  • 13Pengetahuan Bahan
  • 14Teknik Pengelasan
  • 15Air Pengisi Ketel Uap
  • 16Pengujian Tidak Merusak (NDT) dan Merusak (DT)
  • 17Pemeriksaan & Pengujian Pesawat Uap dan Pipa Penyalur
  • 18Pemeriksaan & Pengujian Bejana Tekanan dan Tangki Timbun
  • 19Praktek Kerja Lapangan
  • 20K3 Nuklir
  • 21Thermodinamika
  • 22Pengetahuan Korosi & Pencegahannya
  • 23Kelistrikan dan Alat Kontrol Otomatis
  • 24Pondasi & Kerangka Dudukan
  • 25Proses Pembuatan, Pemasangan, dan Perbaikan/Modifikasi
  • 26Membaca Gambar Teknik
  • 27Job Safety Analysis (JSA)
  • 28Ujian Teori
  • 29Penulisan Kertas Kerja / Seminar

Ringkasan

Informasi Pelatihan

KategoriK3
ModeOnline & Offline
SertifikasiSertifikasi KEMNAKER RI
Durasi9 Hari
HargaRp 11.500.000 / orang
PendaftaranVia WhatsApp

FAQ

Pertanyaan Seputar Pelatihan Teknisi Bejana Tekan | Sertifikasi KEMNAKER RI

Sertifikasi Kemnaker diterbitkan melalui lembaga pelatihan yang ditunjuk Kementerian Ketenagakerjaan RI, umumnya berupa Sertifikat Kompetensi K3 disertai SKP (Surat Keputusan Penunjukan) untuk profesi tertentu seperti Ahli K3 Umum. Sertifikasi BNSP diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi, mengacu pada skema SKKNI. Keduanya sah dan diakui secara nasional — banyak perusahaan atau dokumen tender mensyaratkan salah satu secara spesifik, jadi sebaiknya dicek dulu sebelum memilih jalur sertifikasi.

SKP (Surat Keputusan Penunjukan) dan sertifikat kompetensi K3 dari Kemnaker umumnya berlaku 3 tahun sejak tanggal diterbitkan, dan dapat diperpanjang sebelum masa berlaku habis. Sertifikat BNSP mengikuti masa berlaku skema sertifikasi terkait, pada umumnya juga 3 tahun. Kami membantu proses perpanjangan — hubungi tim kami untuk detail dokumen yang diperlukan.

Sertifikat Kemnaker dapat dicek melalui sistem informasi resmi Kementerian Ketenagakerjaan, sedangkan sertifikat BNSP diverifikasi melalui portal resmi LSP penerbit. Wahana Totalita juga menyediakan halaman verifikasi sertifikat di /verifikasi/ khusus untuk alumni pelatihan kami.

Pendaftaran dilakukan via WhatsApp — tim kami mengirimkan info jadwal terdekat, syarat peserta, dan rincian biaya. Setelah konfirmasi, peserta mengisi formulir pendaftaran dan melakukan pembayaran sesuai instruksi yang diberikan.

Ya. Sertifikat Kemnaker maupun BNSP yang diterbitkan lembaga terakreditasi berlaku secara nasional dan lazim digunakan sebagai syarat teknis dalam tender pemerintah maupun proyek BUMN/swasta di seluruh Indonesia.

Baca Juga

Artikel Seputar Topik Ini

Tertarik dengan program ini?

Hubungi tim kami via WhatsApp untuk informasi jadwal, syarat pendaftaran, dan penawaran khusus perusahaan.

Daftar via WhatsApp